amal,amal,amal,,,pahala,pahala,pahala,,,,

Standar

oleh Andi Naimah Muchlis (Catatan) pada 20 Desember 2010 pukul 14:42

Saudaraku, tidakkah engkau merindukan pahala yang besar? Sebab hidup di dunia tempat kita beramal, mengumpulkan pahala, sebab hidup hanya sebentar, cuman singgah kok….:)

Tak banyak ingin kusampaikan, hanya sedikit dari banyak pesan Nabi . bukan ingin menggurui, hanya ingin ber-amar ma’ruf nahi munkar. Tidakkah kita merindukan pahala yang besar?^^/

Pertama, sembahlah Allah saja, jangan engkau menyekutukan-Nya!

“Dan sesungguhnya Kami mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), ‘Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu’.” (Al-A’raf:36)

Kedua, berdakwalah kepada kebaikan di manapun berada.

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shaleh dan berkata,’Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?’” (Fushshilat:33)

“Barang siapa menunjukkan kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala pelakunya.” (HR. Muslim)

“Orang mukmin yang bergaul dengan manusia dan bersabar terhadap gangguan mereka lebih besar pahlanya daripada orang mukmin yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak bersabar menghadapi gangguan mereka.” (HR. Ibnu Majah)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa menunjukkan kepada hidayah, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barang siapa mengajak kepada kesesatan, maka baginya dosa seperti dosa orang yang melakukannya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.” (HR. Muslim)

Ketiga, berbuat baiklah kepada orang lain,,,sungguh,,berbuat baiklah!

“Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi mereka. Dan amal yang paling dicintai Allah adalah pahala memasukkan kesenangan ke dalam hati seorang muslim, atau menyelesaikan satu kesulitannya, atau membayar hutangnya, atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh berjalan bersama seorang saudara yang sedang membutuhkan itu lebih kusukai daripada I’tikaf di masjid ini- yaitu masjid Rasulullah- selama sebulan. Barang siapa menahan amarahnya, maka Allah akan menutupi aibnya. Barang siapa menahan murkanya yang seandainya ia mau melampiaskannya pasti bisa melampiaskannya, maka Allah mengisi hatinya dengan harapan di Hari Kiamat. Barang siapa berjalan dengan saudaranya yang membutuhkan hingga kebutuhannya itu terpenuhi, maka Allah meneguhkan kakinya pada saat kaki-kaki tergelincir. Sesungguhnya akhlak yang buruk itu merusak amal sebagaimana cuka merusak madu.” (HR. Ibnu Abi Dunya)

Diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Muslim itu saudara muslim, tidak boleh menzhaliminya dan tidak boleh menyerahkannya kepada musuh . Barang siapa menanggung kebutuhan saudaranya, maka Allah menanggung kebutuhannya. Barang siapa memudahkan kesulitan bagi seorang Muslim, maka Allah memudahkan baginya satu kesulitan di antara kesulitan-kesulitan Hari Kiamat. Dan barang siapa menutupi aib seorang Muslim, maka Allah akan menutupi aibnya pada Hari Kiamat.” (HR. Bukhari)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “ Barang siapa meringankan satu kesulitan dunia bagi seorang mukmin, maka Allah memberinya kemudahan di dunia dan akhirat. Barang siapa menutup aib seorang Muslim, maka Allah menutup aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya. Setiap kali suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah untuk membaca Kitab Allah dan mempelajarinya, maka ketenangan turun pada mereka, mereka diselimuti rahmat, para malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyebut-nyebut nama mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya. Barang siapa yang lambat amalnya, maka tidak bisa dipercepat oleh nasabnya.

Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Perbuatan-perbuatan ma’ruf dapat mencegah kematian yang buruk. Sedekah secara sembunyi-sembunyi dapat memadamkan murka Tuhan. Silaturahmi dapat menambah umur, dan setiap perkara ma’ruf adalah sedekah. Ahli ma’ruf di dunia adalah ahli ma’ruf di akhirat. Ahli kemungkaran di dunia adalah ahli kemungkaran di akhirat.” (HR. Thabrani)

Wallahu ‘alam bishshawab…

“Terima kasih pada orang-orang yang telah banyak berbuat baik di dunia ini tanpa mempersekutukan Allah”^_^